Top Pick
Ketua DPD RI: Proses Vaksinasi Lansia Tidak Boleh Sama dengan Masyarakat Usia Produktif Angin Kencang Hantam Papagarang, Satu Unit Rumah dan Beberapa Tanggul Rusak Milenial Desa Nggorang Gelar Aksi Pungut Sampah Meningkatnya Penyebaran Covid -19, SMA Islam Muthmainnah Ende, Kembali Lakukan PJJ Setelah Belajar Bersama BPOLBF, Karang Taruna Desa Golo Bilas Mulai Berbudidaya Sayuran Hidroponik 46 Kades di Matim Dapat Piagam Penghargaan dari Menteri Desa PDTT RI

Kadis Dukcapil Matim Dinilai Arogan, Ini Kata Kadis Dukcapil

POSTNTT.COM||BORONG - Warga mengeluhkan pelayanan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Salah satunya disaat warga mengurus administrasi kependudukan, seperti pembaharuan Kartu Keluarga (KK, Akta Kelahiran, Akta Nikah dan Akta kematian.

Salah satu warga masyarakat yang enggan dimediakan namanya, kepada POSTNTT.COM, Selasa,(14/06), mengatakan, sejak tanggal 08/07, dirinya menyerahkan berkas seperti, pembaharuan KK, Akte kelahiran, akta kematian, akta nikah, namun pelayanan di Disdukcapil tidak memuaskan.

"Ada 3 KK yang diurus data kependudukannya. Lalu ada petugas bagian pintu depan mempersilahkan saya masuk ke dalam salah ruangan guna menyampaikan kebenaran data saya. Sekembalinya dari ruangan itu, tiba-tiba Kadis langsung bentak saya. “Kenapa masuk ke dalam? Siapa yang suruh? kau tidak lihat semua orang antri di depan? kau keluar!!,".

Katanya, berkas-berkas itu sudah masuk sejak tanggal 8 Juli 2020. Kedatangannya hanya untuk mengambil pembaharuan kartu keluarga dan akta kematian.

“Sudah dari 1 Minggu lalu saya masukan berkas yang berkaitan dengan pembaharuan kartu keluarga, akta kelahiran, akta nikah dan akta kematian kaka saya. Mereka keluarga saya. Mereka mengalami kesulitan untuk mengurusnya, maklum orang dari kampung takut berhadapan dengan pegawai, makanya saya berniat untuk bantu,” ujar Warga.

"Saya menunggu dari pukul 10:00 hingga pukul 16:00, luar biasa pelayanan Dukcapil Matim sampe satu pekan memang," keluhan Warga Golo Lero itu.

Warga berharap, Dukcapil Matim harus merefleksi hal ini dan perbaiki tata kelola administrasi serta mekanisme pelayanan yang santun dan penuh kasih.

“Semoga sistem pelayanannya berubah supaya kami orang kampung tidak merasa takut, segan dan kuatir dengan urusan selanjutnya. Dan saya berharap Pak Kadis ini tidak bersikap arogan,” kata Warga itu.

Membenarkan hal tersebut Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Robertus Bonavantura kepada POSTNTT.COM, mengaku tegur yang bersangkutan, pasalnya telah melanggar SOP Pelayanan Disdukcapil.

Kata Robert, yang masuk ke Ruangan Operator, itu sudah melanggar aturan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelayanan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

"Dia masuk ditengah-tengah pemohon yang lain, masih dengan sabar mengikuti antrian untuk menerima Dokumennya," ucap Robert.

"Yang bersangkutan langsung masuk dan saya ketemu di depan Pintu Operator, saya tanya: siapa yg suruh anda masuk, anda tidak lihat teman-temanmu Di Pintu masih sabar menunggu antrian Dokumennya. Selanjutnya saya tanya lagi, Atas Nama Siapa KK yg anda mau ambil, Dia menjawab Saya Lupa Namanya.
Saya tegur dia karena ngurus dokumen, ko tidak tau nama kepala keluarga yang mau di urus atau diambilnya.
Kalau dia mau ngurus dokumen yang sudah diserahkan beberapa hari, semestinya berhubungan dengan Petugas di Loket dengan menunjukkan bukti Penerimaan dokumennya," jelas Robert.

Dikatakan Robertus, terkait dokumennya sudah masuk sejak tanggal 8 Juli 2020, itu berarti yang bersangkutan tidak sabar menunggu, karena semua pemohon akan dilayani sampai tuntas setiap hari.

Lanjutnya terkait pemohon yang membawa dokumen dalam jumlah banyak dan masuk keruangan kerja Dukcapil , ditegaskan bahwa, itu adalah Aparat Desa.

"Mereka ( aparat Desa) dan langsung diverifikasi dokumennya oleh Kepala seksi yang membidanginya. selanjutnya dokumen tersebut akan diperoses, jika dokumenya dalam jumlah banyak, tentu akan diberikan jangka waktu utuk mengambilnya," tegas Robert.

Kadis Robertus menegaskan, Dukcapil menerapkan SOP Pelayanan, Pemohon diwajibkan ambil Nomor antrian, selanjutnya berdasarkan Nomor antrian dipanggil untuk diferifikasi dokumen, setelah dokumen dinyatakan lengkap, maka pemohon akan menerima bukti Penerimaan dokumen, dan selanjutnya menunggu pemanggilan untuk menerima dokumen.


Penulis: Iren Leleng


Halaman