Top Pick
Ramalan Zodiak 10 Maret 2021: Bersiap, Pemilik Sagitarius Diramalkan Bertemu Seseorang Ketua DPW Perindo NTT Resmikan Kantor DPD Perindo Manggarai Barat   Waspasa Cuaca Ekstrem di NTT, Ini Penjelasan BMKG Pengurus DPD Perindo Manggarai Barat Resmi Dilantik Bahas Penerapan New Normal di Kabupaten Ende, IPELMEN Kupang Gelar Diskusi Virtual Bersama Pemerintah Greysia Polii dan Apriyani Rahayu Mendapat Telepon Dari Presiden Jokowi

Kesiapan UMKM di Tengah Upaya Pemerintah Bangun Pariwisata Labuan Bajo yang Mandiri dan Berkelanjutan

Forum Komunikasi, Koordinasi, Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan di Flores, Lembata, Alor dan Bima (Floratama) bersama stakeholder terkait yang bertempat di Labuan Bajo, pada Senin (29/3/2021). Foto: ist

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Upaya pemerintah dalam mewujudkan pariwisata Labuan Bajo yang Mandiri dan Berkelanjutan mendapatkan respon baik dari penggiat UMKM di Manggarai Barat, terkhusus Labuan Bajo. Dalam Forum Komunikasi, Koordinasi, Kolaborasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Berkelanjutan di Flores, Lembata, Alor dan Bima (Floratama) bersama stakeholder terkait yang bertempat di Labuan Bajo, pada Senin (29/3/2021), para pelaku usaha juga memberikan tanggapan dan masukan terkait pelaksanaan UMKM mereka.

Salah satunya adalah Yoseph Min Palem, Ketua Yayasan PACEM, Pemberdayaan Kaum Difabel untuk produksi UMKM. Menurutnya, selama ini pihaknya telah memberikan pelatihan keterampilan membuat oleh-oleh khas Labuan Bajo untuk anak-anak bisu tuli. Namun, mereka mengharapkan adanya perhatian lebih lanjut khususnya dari segi pendampingan dan perijinan.

"Kami selama ini melatih keterampilan anak-anak bisu tuli untuk membuat oleh-oleh khas Labuan Bajo, baik berupa manisan asam dan sticker dan anak-anak dengan bakat melukis lalu juga pembuatan pembalut cuci ulang yang ramah lingkungan. Kami membutuhkan pendampingan dan termasuk perijinan. Kami diberikan tempat di Batu Cermin dan tempat lainnya ntuk memasarkan hasil kreasi anak-anak." Ujar Yoseph Min Palem.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri Mabar, Ignasisus Charles Angliwarman menilai salah satu kendala yang dihadapi oleh para pelaku industri UMKM dan kuliner adalah keterbatasan modal dan pemasaran. Selain itu Charles juga menyinggung terkait proses perijinan. 


Halaman