Top Pick
PERMAS NTT Palopo dan IPMS SEKO Bersatu Galang Dana untuk Korban Bencana di Flores Timur Kemenparekraf, Pemkab Mabar dan Keuskupan Ruteng Teken MoU Kerjasama DPSP KPU Manggarai Tetapkan Hery-Hery Sebagai Bupati Dan Wakil Bupati Terpilih Pemda Mabar Apresiasi Bantuan APD Media Group Asik Indehoy Bersama Selingkuhan, Pria Beristri di Labuan Bajo Ini Tertangkap Basah KPUD Mabar Batasi Massa Pendaftaran Paslon Pilkada

Kepala BPSDM Mendagri Membuka Diklat Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah

(Diklat  penyusunan dokumen rencana strategis perangkat daerah. Foto: ist)

 

POSTNTT.COM | JAKARTA - Kementerian Dalam Negeri Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia membuka Diklat Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah pada, Senin (8/3/2021) bertempat di Hotel Harper MT Haryono.

Pada kesempatan tersebut, Kepala BPSDM, Dr. Teguh Setyabudi, M.Pd membuka kegiatan secara resmi. Beliau didampingi oleh Rohayati Basra selaku kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Pemerintah dalam Negeri, dan Kepala Bidang Otonomi, Keuangan, Pembangunan dan Kewilayahan Mendagri, M. Weli Septiya Putra.

Saat kegiatan berlangsung Kepala BPSDM Mendagri menekan kepada peserta diklat agar pembuatan rencana pembangunan daerah harus melihat dari segi;

Pertama, adaptif yaitu menyesuaikan dengan keadaan yang ada di daerah.

Kedua aspiratif, yaitu sikap seseorang yang mampu memberikan petuah dan masukkan khususnya masukkan yang bermanfaat bagi penyusunan rencana pembangunan daerah.

Ketiga komprehensif yaitu mampu menangkap, menerima dengan baik dan memperlihatkan wawasan yang luas termasuk dalam penyusunan rencana pembangunan daerah yang juga sejalan dengan rencana nasional.

Beliau juga menegaskan penyusunan rencana pembangunan bukan hanya di dasari oleh satu potensi yang terlihat unggul dalam daerah, tetapi juga harus bersinergi dengan rencana pembangunan nasional.

Kegiatan Diklat diklat tersebut berlangsung dengan mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Setiap peserta yang hadir wajip menerapkan 4M, yaitu: menggunakan masker dengan benar, menjaga jarak minimal 2 meter, menghindari kerumunan dan mencuci tangan dengan rutin dan memakai sabun/ menggunakan Handsanitizer.

 

(Sari)

 


Halaman