Top Pick
Sambangi Wilayah Persawahan Mabar, Anggota DPR RI Partai NasDem Gelar Safari ‘Gemarikan’ Satu dari Dua Pelajar yang Tenggelam Ditemukan Meninggal Dunia Pedagang Ikan Keluhkan Ikan Tak Laku Gegara Isu 'Meninggal Keracunan Ikan' Polres Matim Gelar Upacara HUT Bhayangkara ke-75 Secara Virtual dan Sederhana Kisah Sarjana Teknik di Ende: Buka Usaha Bengkel Motor untuk Hidup DPRD Mabar Tetapkan Lima Perda melalui Paripurna Untuk Kesejahteraan Masyarakat Mabar

PPKM Level 4 Disesuaikan di Sejumlah Sektor hingga 2 Agustus

Presiden Joko Widodo saat menyampaikan keterangan di Istana Negara, Minggu 25 Juli 2021. Foto : Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

 

Oleh : Minang Sari | Editor : Loius Mindjo

POSTNTT.COM | JAKARTA - Presiden Joko Widodo memutuskan untuk melanjutkan penerapan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dari tanggal 26 Juli hingga tanggal 2 Agustus 2021. Kebijakan tersebut diambil setelah Presiden dan jajarannya mempertimbangkan sejumlah hal, baik aspek kesehatan, aspek ekonomi, hingga dinamika sosial.

"Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun, kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstra hati-hati," ujar Presiden saat menyampaikan keterangan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Minggu, 25 Juli 2021.

Melalui rilis yang diterima media ini, terdapat beberapa penyesuaian yang dilakukan oleh pemerintah dalam penerapan PPKM yang dimaksud.

Pertama, Pasar rakyat yang menjual sembako sehari-hari diperbolehkan untuk buka seperti biasa dengan protokol kesehatan yang ketat; kedua, pasar rakyat yang menjual selain kebutuhan pokok sehari-hari bisa buka dengan kapasitas maksimal 50 persen sampai dengan pukul 15.00, di mana pengaturan lebih lanjut dilakukan oleh pemerintah daerah.

Ketiga, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan usaha-usaha kecil lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 yang pengaturan teknisnya diatur oleh pemerintah daerah. Keempat, warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan, dan sejenisnya yang memiliki tempat usaha di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai pukul 20.00 dan maksimal waktu makan untuk setiap pengunjung 20 menit.

"Hal-hal teknis lainnya akan dijelaskan oleh menko (menteri koordinator) dan menteri terkait," lanjut Presiden.


Halaman