Top Pick
Perindo Mabar Bantah Ada Dualisme Kepengurusan Ramuan Jahe, Pertolongan Pertama untuk Babi Sakit Paket Misi Tolak Hasil Pleno Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilu, PPK dan Panwaslu Komodo Angkat Bicara Dirut BPOLBF Harap Investasi Sektor Pariwisata Dapat Tingkatkan  Ekonomi Masyarakat Diterjang Angin Puting Beliung, Terop Gereja di Benteng Jawa Ambruk Mlipir Pandemi Covid-19, Sandrina Michelle Berlibur ke Pulau Padar

Nisar, Desa Nanga Bere, Punya Beragam Potensi Alam Tetapi Kurang Diperhatikan

(kondisi jalan menuju Nisar Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar belum beraspal. Foto: FM)

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Wilayah Lembor terkenal sejak dahulu selain dikenal sebagai salah satu lumbung padi untuk Kabupaten Manggarai (kala itu) juga belakangan terkenal karena memiliki sejumlah tempat yang memiliki potensi sebagai tempat tujuan wisata. Sebut saja Nisar, terletak di Desa Nanga Bere, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Mabar merupakan salah satu desa yang kaya akan potensi alam baik darat maupun laut juga budayanya. Hanya saja, pengembangan pariwisata di daerah ini belum menjadi leading sector mengingat sejumlah kendala yang dihadapi.

Permasalahan utama yaitu sulitnya akses ke lokasi karena jalan penghubung dalam kondisi belum beraspal. Bicara infrakstruktur, hampir beberapa desa yang berada di kabupaten Manggarai Barat belum tersentuh oleh jalan yang beraspal. Padahal, untuk dapat melaksanakan pembangunan yang berkesinambungan sangat membutuhkan infrastruktur yang memadai.

Pembangunan infrastruktur jalan yang memadai merupakan hal yang penting karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Suatu daerah jika memiliki infrastruktur jalan yang baik maka perekonomiannya dapat mengalami peningkatan, sebaliknya suatu daerah yang kebutuhan infrastruktur jalannya kurang baik/tidak terpenuhi maka perekonomian daerahnya dapat mengalami penurunan.

Belum lagi dengan munculnya  ketidakadilan sosial, misalnya, sulit bagi sebagian penduduk untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, akses keluar masuk desa untuk menjual hasil bumi atau susahnya anak-anak pergi ke sekolah karena jalannya.

Kebijakan pemerintah pusat diharapkan mampu bersinergi dan berintegrasi dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten yang menjadi bagian integral dari pembangunan nasional.

Labuan Bajo yang menjadi perhatian serius pemerintah pusat tentunya memberikan ruang kepada pemerintah daerah untuk bisa berkreasi untuk tempat lainnnya. Pemerintah daerah diharapakan bisa serius mengurus wilayah pelosok yang mengalami kendala dalam pengembangannya karena infrastruktur penunjangnya belum maksimal.

Bupati baru untuk Kabupaten Manggarai Barat yang beberapa hari lalu dilantik di Kupang, diharapkan memberikan sinyal positif terhadap belbagai permasalahan didaerah ini. Tongkat kekuasaan diharapkan bisa memberikan jalan keluar pada setiap permasalahan yang terjadi.

 

(FM)

 


Halaman