Top Pick
Kepala BPSDM Mendagri Membuka Diklat Penyusunan Dokumen Rencana Strategis Perangkat Daerah Satu Warga Positif Corona, Ini Yang Akan Dilakukan Pemdes Siru Mabar Stefanus Senda, Petani Yang Mengembangkan Tanaman Pala di Pulau Flores Melalui BST, Kemensos Bantu 268 KK di Desa Nangalili ALKRAP Ende Minta Pemda Subsidi Penggunaan Air PDAM Cegah Covid, PemDes Otogedu Bagikan Masker Gratis dan Semprot Desinfektan

Menjaga Keseimbangan Ekologi, OMK Paroki Longgo Gelar Kebersihan Mata Air Masyarakat Labuan Bajo di Kampung Pau

Para OMK dan Biarawan Paroki Longgo bersama masyarakat Pau mengadakan misa ekologis sekaligus kegiatan kebersihan di Mata Air Wae Mbaru dan Wae Kaca di Kampung Pau, Desa Compang Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Mabar, NTT. Foto: Sari

 

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Merawat alam merupakan salah satu tugas manusia sebagai penghuni bumi. Tidak hanya memakai, sebagai insan kita pun turut menjaga keseimbangan alam. Salah satunya adalah dengan menjaga kesehatan, kealamian dan kesegaran sumber mata air.

Air dikenal sebagai sumber kehidupan, dengan merawatnya tentu kita juga turut menjaga kesehatan diri. Banyak hal yang bisa dilakukan, seperti menjaga kebersihan sekitar mata air, memastikan lokasi selalu dalam keadaan asri dan terjaga.

Hal inipun dilakukan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Longgo yang menggelar kegiatan Ekologis sekaligus doa di sumber mata air untuk masyarakat Labuan Bajo tepatnya di Kampung Pau, Desa Compang Liang Ndara, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat (Mabar), NTT pada, Jumat (30/4/2021).

Banyak suka duka yang dilalui dalam perjalanan untuk mencapai lokasi. Mulai dari kondisi jalan yang memperihatinkan, melewati dua Kali yang cukup besar, hingga jalan yang berkelok-kelok dan mendaki. Setelah berjalan kaki sekitar 6 Kilo, akhirnya para OMK dan biarawan tiba di Kampung Pau dan diterima secara langsung oleh ketua KBG dan beberapa masyarakat setempat. Lalu melanjutkan perjalanan menuju mata air Wae Mbaru.

Di sumber mata air tersebut, Kegiatan diawali dengan misa ekologis, lalu mengadakan pemberkatan bibit Mahoni yang akan ditanami pada lahan yang dalam rencananya menjadi lokasi pembangunan gereja di kampung tersebut. Selanjutnya, segenap peserta yang hadir melakukan kegiatan Keberhasilan di sekitar lokasi dua sumber mata air, yakni Wae Mbaru dan Wae Kaca.


Halaman