Top Pick
Kemenparekraf Bersama INACEB Gelar Sosialisasi Penerapan CHSE di sektor MICE Muhamad Achyar dan 6 Tersangka Lain Kasus Tanah Keranga Jalani Sidang Perdana Wujud Kepedulian, Wicked Good Indonesia Bantu Sembako Warga Watu weri Pemdes dan Gereja Deutosoko Barat Ende Konsisten Mencegah Penyebaran Covid-19 Lonjakan Covid-19 Bergeser, Jokowi Ingatkan NTT Untuk Berhati-hati Pasien Isoma Ditelantarkan, Sekdinkes Matim; Hanya Butuh Terapi Medis dan Obat-Obatan

DPRD dan Pemkab Mabar Beda Pendapat Soal Penanganan Pasien Isoman

Oleh: Edison Risal | Editor: Louis Mindjo

POSTNTT.COM | LABUAN BAJO - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) berbeda pendapat soal penanganan pasien Isoma Covid-19. Hal itu mengemuka saat rapat paripurna di Kantor DPRD Mabar, Senin (26/07) Siang

“Bagaimana proses penanganan peasien Covid-19 yang isolasi mandiri di rumah? Apakah diberi perawatan, atau vitamin?” tanya Blasius Jeramun dari Fraksi Golkar.

Pertanyaan serupa juga dilontarkan oleh anggota DPRD lainnya dari Fraksi Hanura Blasius Janu Pandur. Baik Jeramun maupun Janu Pandur sama-sama menginginkan pemerintah daerah dapat menjelaskan ikhwal penanganan pasien isoma Covid-19 tersebut secara terperinci dan terbuka di hadapan anggota dewan.

Anggota DPRD lain dari Fraksi AIR Yosep Suardi menyebut bahwa Pemkab Mabar tidak memiliki data valid soal keberadaan pasien yang sedang melakukan isoma.

“Saya yakin Pemkab Mabar tidak memiliki data valid, soal dimana saja pasien yang sedang melakukan isoma,” ujar Yosep.



Halaman