Top Pick
PJJ Masa Pandemi, Berkah Atau Petaka? Pangan Aman dan Sehat Wujud Kesiapan Labuan Bajo sebagai Destinasi Berkelas Dunia Polemik Tanah Golo Mori, Tua Golo Nggoer Jelaskan Tidak Pernah Jual Tanah Ke Kapolres Mabar Diduga Terlibat Korupsi Dana BOS Ruang Kadis PPO Manggarai Digeledah Tim Kejaksaan Polres Mabar Periksa Alfred Sutami yang Diduga Hina Bupati Edi Endi   PemCam Detukeli Gandeng Pengusaha Ampape Sablon Bagi Masker Gratis

DON GIUSEPPE BERARDELLI, IMAM YANG MENOLAK ALAT BANTU PERNAPASAN DEMI SEORANG PENDERITA CORONA

Penulis: Thomy B. Henoz, CS

 

POSTNTT.COM | Don Giuseppe Berardelli (72) merupakan salah seorang imam di wilayah Bergamo, Italia Utara, yang menjadi korban ganasnya virus Corona. Ia sempat dirawat di rumah sakit Lovere provinsi Bergamo. Menjelang kematiannya ia memberikan kesaksian tentang imannya akan Kristus dan ajaranNya bagi banyak orang.

Ia menolak memakai alat bantu pernapasan yang didonasikan oleh komunitas umat parokinya dan memilih untuk memberikannya kepada seorang pasien Corona yang lebih muda darinya. Ia tidak mengenal siapa orang ini tetapi dia telah menyelamatkan nyawa orang muda ini walaupun harus mengabaikan keselamatan pribadinya. Don Giuseppe meninggal sebagai gembala yang baik, seorang gembala yang peduli pada dombaNya yang sekarat.


Don Giuseppe memang sudah mengalami penurunan kesehatan sejak setahun terakhir. Mewabahnya virus Corona di wilayah utara Italia menjadikannya salah satu orang yang rentan akan infeksi virus ini. Alhasil, ia pun mengalami radang paru-paru oleh karena virus Corona yang telah bersarang dalam tubuhnya. Dengan situasi kesehatan yang memburuk dari hari ke hari ia tahu bahwa cepat atau lambat ia akan beranjak dari dunia ini.


Tetapi ia tidak ingin pergi begitu saja kepada keabadian. Ia menitipkan sebuah pesan kemanusiaan untuk kita semua. Sebuah pesan untuk kita berani berkorban demi orang lain yang membutuhkan. Sebuah ajakan moral agar kita mau peduli pada sesama yang menderita. Sebuah permintaan supaya kita memangkas sikap egois dan cinta diri tinggi yang membuat kita lupa pada sesama yang menderita. Sebuah ajaran agar kita tegas mengambil sikap dalam situasi-situasi berat yang diantar hidup. Sebuah peringatan untuk semua kaum selibat (imam, biarawan-biarawati) khususnya dan semua umat gereja pada umumnya untuk tidak lupa bahwa Yesus Kristus sudah mengajari kita cara berkorban dengan mengorbankan diriNya di palang penghinaan.


Menolong sesama, terlebih mereka yang paling menderita, adalah salah satu misi dan panggilan hidup setiap gembala umat dalam gereja. Don Giuseppe telah mengambil keputusan untuk menghidupkan roh Karitas Kristen dengan menolong sesama tanpa mempedulikan keselamatan dirinya. Kesaksian hidup yang diberikannya sudah menyentuh banyak hati terlebih khusus untuk para dokter dan perawat yang sempat merawatnya. Pengorbanan yang ia lakukan memberi inspirasi baru bagi para medis untuk terus berjuang menolong sesama meskipun harus mengorbankan banyak waktu dan tenaga mereka.


Selama sebulan terakhir sudah banyak imam yang meninggal di zona Bergamo dan zona Lombardia karena terinfeksi virus Corona setelah berusaha mencoba memberikan pendampingan spiritual dan moral bagi mereka yang sakit. Sampai dengan kisah ini ditulis (24 Maret 2020), sudah ada 6.820 korban meninggal karena virus Corona di Italia. 54.030 lainnya masih dalam perawatan intensif. Ada 6.820 orang yang dinyatakan sembuh (data Protezione Civile Italia). Nama Don Giuseppe ada di antara mereka yang telah berpulang. Semoga mereka semua beristirahat tenang dalam rangkulan Sang Pencipta.

 

Rumah Teologi Scalabrinian Roma
Via Calandrelli, 11
Mahasiswa Teologi Universitas Laterano, Roma.


Halaman