Top Pick
Pemkab Ende Launching Bantuan langsung Tunai   Terkendala Jaringan Internet, Pelaksanaan USBD SD di Matim Terpaksa Molor Dua Jam Selain Positif Rapit Test, PDP Meninggal Di Labuan Bajo Ada Riwayat Perjalanan Dari Zona Merah 50 Artikel Siap Dipresentasikan dalam Konferensi Internasional yang Digelar Unika Santu Paulus Ruteng Video Tarian Flores Human Orchestra Tampil Memukau Mahalnya Rapid Test, Komisi III DPRD Berikan Tiga Rekomendasi Kepada Pemkab Ende

Cegah Penyebaran Covd-19, Pemkab Manggarai Barat Siapkan Anggaran 18.29 Miliar

POSTNTT.COM | Labuan Bajo - Dalam rangka pencegahan dan penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Pemerintah Daerah menetapkan kebijakan penyediaan anggaran sebesar 18 Miliar.

Hal tersebut disampaikan Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula saat Video Conference Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 dengan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Bungtilu dan seluruh jajaran FORKOMPINDA NTT di Ruang Tengah Kantor Bupati Mabar, Selasa, 31 Maret 2020.


Dalam Teleconfrence tersebut, Bupati Gusti menjelaskan, anggaran tersebut merupakan bentuk keseriusan Kab. Manggarai Barat mencegah dan menangani Covid-19 di daerah ini.


"Kebijakan Pemda menyiapkan anggaran sebesar itu, menunjukkan keseriusan Pemda dalam menanggulangi penyebaran Covid19," tegas Bupati Gusti.


Bupati Gusti juga mengungkapkan harapannya agar Manggarai Barat secepatnya terbebas dari pendemi global Covid-19 yang melanda dunia dan memakan banyak korban dan mengganggu aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat dunia.


“Instruksi dari pusat maupun provinsi sudah kami jalankan. Rumah ibadah ditutup, kerumunan dibubarkan. Potensi ODP dan PDP Covid-19 untuk Mabar adalah para penumpang pesawat dan kapal laut, karena frekuensi penerbangan dan pelayaran yang masih berjalan seperti biasa,” ungkap Bupati Gusti.


Lebih lanjut Bupati Gusti juga menjelaskan, untuk mengatasi Covid-19 Pemkab Manggarai Barat menyiapkan beberapa solusi penanganan seperti membangun Gugus Tugas yang tidak hanya secara medis, tetapi juga antisipasi penanganan dan pencegahan goncangan di beberapa sektor lain seperti sektor pangan dan ketenagakerjaan.


“Selain berusaha membangun 20 ruang isolasi berventilator dan ruang karantina yang sesuai persyaratan, pengadaan rontgen mobile, ambulans berstandar dan rapid test juga sedang kami usahakan sekaligus semua kelengkapan APD bagi tim medis di lapangan, menyiapkan sistem imunitas bagi aparat maupun masyarakat. Fasilitas sanitasi kami siapkan di area publik, disinfektan di rumah-rumah warga dan area publik,” tegas Bupati Gusti.

Selain itu, menurut Bupati Gusti, antisipasi kerawanan sosial ekonomi dan psikologi juga menjadi salah satu fokus anggaran penanganan Covid-19 yang disiapkan Pemkab Mabar dengan memastikan harga kebutuhan bahan pokok di lapangan tetap stabil dan stock pangan hingga beberapa bulan ke depan tetap tersedia selama pandemi melanda dunia, khususnya Labuan Bajo.

“Dengan beberapa wilayah di Indonesia yang mulai menerapkan sistem lockdown, Pemda Kab. Mabar memastikan agar stock kebutuhan masyarakat tetap tersedia dan terus memantau stabilitas harga-harga kebutuhan pokok di lapangan,” tegasnya.


Bupati Gusti juga menegaskan penggunaan anggaran pencegahan dan penanganan Covid-19 harus ekstra hati-hati, tertib, taat asas, dan sungguh-sungguh dimaksimalkan.
Beliau sekaligus mengimbau agar pasar dan aktivitas logistik kapal pengangkutan barang, serta kargo penerbangan tetap berjalan agar pasokan berbagai kebutuhan yang harus didatangkan dari luar tetap tercukupi.


"Manggarai Barat baku jaga!," Tegas Bupati Gusti saat menutup laporannya dalam Teleconfrence tersebut.


Ditempat terpisah, senada dengan yang disampaikan Bupati Gusti, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Kab. Mabar, Salvador Pinto mengungkapkan, anggaran APBD 2020 sebesar 18 miliar tersebut berasal dari pemanfaatan SILPA tahun 2019 sebesar 3.5 M, dana tak terduga TA. 2020 Rp. 1.090 M, evaluasi belanja SKPD berupa belanja perjalanan dinas, makan minum senilai 9 M yang didapat dari pembatasan perjalanan dinas dan bekerja dari rumah, vvaluasi DAK fisik bidang kesehatan 4.7 M, serta bantuan operasional kesehatan sesuai keputusan menteri Keuangan Nomor: 6/KMK.7/2020.


Menurut Pinto, anggaran-anggaran tersebut nantinya digunakan untuk membiayai kebutuhan yang sangat dibutuhkan untuk penanganan Covid-19 sesuai protokol dan berbagai tindakan pendukung lainnya.

"Anggaran tersebut akan digunakan untuk belanja barang terkait pencegahan penyebaran virus Corona, sarana dan prasarana pendukung tim medis serta untuk belanja kebutuhan yang sangat dibutuhkan sesuai protokol kesehatan,” Tegas Pinto.

 

 

Penulis : Edi Risal


Halaman